Seminar PAUD Menghadapi MEA


Madura, KaparPAUD –Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Raudlatul Athfal (PGRA) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep, Madura, akan menggelar seminar nasional bertajuk “Era Baru Pembelajaran Anak Usia Dini: Upaya Revolusioner Peningkatan Kualitas PAUD menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)”.
Seminar nasional ini akan dilaksanakan mulai pukul 07.00 – 16.30 di Aula As-Syarqawi Kampus Institut Ilmu Keislaman Annuqayah, Minggu (31/5/2015). Narasumber, Dr. Hj. Rahma Hasibuan, M.Kes. (Universitas Negeri Surabaya/Unesa) dan Dr. Syamsul Ulum, MA. (ketua Prodi PGRA UIN Maulana Maliki Malang).
Mohammad Afnan, M.Pd.I., ketua panitia, mengatakan, seminar digelar dengan tujuan membangun pemahaman tentang pentingnya PAUD dan mengembangkan kualitas PAUD menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). ‘’Selain itu, juga untuk membangun komitmen masyarakat mendukung PAUD, baik di lembaga pendidikan dan di lingkungan keluarga,’’ katanya.
Informasi lebih lanjut mengenai seminar ini bisa menghubungi Mohammad Afnan, M.Pd.I (082 336 930 319), Sinawar, S.Pd.I (081 803 157 319), dan Abd. Aziz., S.Pd.I (087 866 105 727). (ANQ)

Jangan Paksa Anak PAUD Belajar Calistung


Ratusan anak TK sedang dalam sebuah kegiatan lomba mewarnai
Jakarta, KabarPAUD - Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Sesditjen PAUDNI), Ella Yulaelawati, meminta agar pengelola lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tidak memaksakan peserta didik belajar membaca, menulis, dan berhitung (Calistung), karena akan membuat anak tertekan dan mudah bosan.
Ella mengutarakan hal itu dalam beberapa kesempatan. Menurutnya, Calistung pada jenjang PAUD hanyalah berupa pengenalan. Itupun dilakukan dengan prinsip bermain yang menyenangkan. “Jangan dorong anak PAUD untuk belajar Calistung,’’ tegasnya. 
Metode pembelajaran di PAUD tidak boleh hanya didasarkan pada aspek kognitif semata, namun harus ditekankan pada aspek psikomotorik. ‘’Perkembangan anak usia lahir hingga 6 tahun lebih baik menekankan pengembangan sikap dan karakter,’’ lanjutnya.
Menjelang masa penerimaan peserta didik baru untuk jenjang SD, Ella pun mengingatkan agar sekolah tidak melakukan seleksi berdasarkan kemampuan Calistung. Sebab hal tersebut tidak sesuai dengan peraturan yang ada. 
‘’Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, pasal 69 ayat 5 menyatakan bahwa penerimaan peserta didik kelas 1 (satu) SD/MI atau bentuk lain yang sederajat tidak didasarkan pada hasil tes kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, atau bentuk tes lain,’’ jelasnya.
Hanya pertimbangan usia yang perlu dijadikan dasar penerimaan masuk sekolah bagi siswa SD, bukan tes kemampuan akademik. Ayat 4 menyebutkan, SD/MI atau bentuk lain yang sederajat wajib menerima warga negara berusia tujuh sampai 12 tahun sebagai peserta didik. (Sumber: http://paudni.kemdikbud.go.id)

UPI Gelar Seminar PAUD


Bandung, KabarPAUD – Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (Progi PAUD) Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar seminar dan call paper bertajuk ‘’peran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Indonesia’’ di Balai Pertemuan UPI (Gd. Ahmad Sanusi) Bandung, 8-9 Mei 2015.
Berbagai tema yang diusung dalam seminar dan call paper tersebut, adalah Pedagogi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kurikulum PAUD, Tumbuh Kembang Anak, Isu-isu Multikultural dalam PAUD, Isu-isu Metodologis dalam melakukan Penelitian dengan Anak-anak, Konstruksi yang Berbeda di Masa Kanak-kanak, Isu Gender dalam PAUD, Anak-anak dan Teknologi, serta Isu Terkini dalam PAUD.
Hadir sebagai narasumber dalam kesempatan itu, Prof Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd., Dr. M. Solehudin, M.Pd., MA., Prof. Dr. Netti Herawati, M.Pd. (Ketua Himpaudi), dan Hj. Farida Yusuf, M.Pd. (Ketua IGTKI). (ANQ)

Seminar dan Call Paper Educational Wellbeing


Kudus, KabarPAUD - Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus (UMK) akan menggelar seminar nasional dan call paper bertajuk "Educational Wellbeing". Seminar akan menghadirkan dua narasumber, yaitu Supra Wimbarti, M.Sc., Ph.D (Dekan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada) dan Septi Peni Wulandani (penemu Jarimatika dan praktisi homeschooling).
Seminar akan diselenggarakan di Hotel @HOM Kudus pada Kamis (20/8/2015). Sedang Pengiriman abstrak call paper sampai dengan 1 Juli 2015. Abstraksi call paper akan diumumkan pada 6 Juli 2015 melalui website http://psikologi.umk.ac.id.
Informasi dan pendaftaran seminar bisa menghubungi Fajar Kawuryan S.Psi, M.Si (081.228.29507), sementara untuk call paper bisa menghubungi Rizka Alyna S.Psi, M.Psi (081329184369). (ANQ)

Tahun 2030 Semua Anak Wajib Masuk PAUD


Jakarta, KabarPAUD - Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Kementrian Pendidkan dan Kebudayaan (Sesditjen Paudni Kemdikbud) Ella Yulaelawati mengatakan, tuntutan internasional, target pendidikan semua yang dikenal dengan Education for All (EFA), berakhir tahun ini.
Menurutnya, ke depan program EFA akan dilanjutkan dengan program pendidikan sepanjang hayat. Program pendidikan ini ditargetkan akan berjalan semua negara, dengan cara memberikan layanan PAUD selama satu tahun kepada anak sebelum masuk sekolah dasar (SD).
‘’Tahun 2030, seluruh anak Indonesia telah wajib PAUD selama satu tahun sebelum masuk SD,’’ katanya di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Jakarta, Selasa, (5/5/2015).
Untuk mencapainya, Ella menyebutkan, pemerintah akan melihat terlebih dahulu berbagai indikator dan kesiapan masyarakat sebelum mengeluarkan kebijakan wajib PAUD 2030. ‘’Program ini, akan melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengingkatkan layanan PAUD terutama bagi daerah pedesaan,’’ lanjutnya.
Ella mengemukakan, pihaknya akan merintis program tersebut dengan meningkatkan layanan PAUD di 83 kabupaten/kota yang telah menuntaskan program Satu Desa Satu PAUD. ‘’Pemerintah juga akan mendorong kabupaten/kota yang telah mencapai angka partisipasi kasar (AKP) di atas 75 persen, dapat mendorong anak-anak usia 5 tahun mengikuti program PAUD dengan standar yang berkualitas,’’ urainya. (Sumber: http://www.beritasatu.com)