DALAM
sebuah kesempatan berbincang dengan pakar pendidikan dari Universitas Negeri
Surabaya (Unesa), Dra. Hj. Gunarti Dwi Lestari, M.Si, M.Pd., ada hal menarik
yang dikemukakan terkait kurikulum 2013.
Di
tengah ramainya penolakan penerapan Kurikulum 2013, ia justru mengatakan bahwa
kurikulum ini sangat sesuai dan bagus jika diterapkan untuk lembaga Pendidikan
Anak Usia Dini (PAUD).
‘’Kurikulum 2013 ini sangat tepat diterapkan
di PAUD karena sikap (perilaku) sangat mendapatkan perhatian dan memberikan
perhatian yang lebih pula terhadap kearifan lokal (local wisdom),’’ ujarnya.
Menurutnya,
PAUD tidak terkait dengan banyaknya penolakan dari berbagai kalangan terhadap
Kurikulum 2013. ‘’Kurikulum ini sangat penting, karena tidak menomorsatukan
pengetahuan (knowledge) dan
keterampilan (skill) saja, juga mengutamakan
sikap (karakter) dan ranah implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.’’
Maka,
lanjut tim ahli Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP) untuk PAUD ini, kurikulum
yang memperhatikan nilai-nilai karakter, bisa menjadi salah satu instrumen
penting mewujudkan generasi emas sebagai kado 100 tahun Indonesia merdeka pada
2045.
‘’Kurikulum
2013 sangat tepat bagi PAUD, sehingga saya merasa kecewa jika (kurikulum) ini
dibatalkan untuk PAUD. Kuriukulum ini menekankan pentingnya karakter,
kejujuran, kesantunan, dan karakter-karakter baik lain. Apa gunanya menjadi
pandai jika suka berbohong, tidak jujur, dan tidak memiliki kesantunan?’’
tegasnya. (ANQ)